Kamis, 09 Desember 2010
apa lagi yang mau kau persalahkan dariku?? :'(
Rabu, 08 Desember 2010
Andai Segalanya Kembali, Kota Kecilku Yang Tersakiti
Tuhan,
Andai segalanya kembali normal
Andai segalanya kembali seperti semula
Andai segalanya berubah menjadi biasa
Aku ingin hal yang pernah terjadi tak akan terulang kembali
Biarkan udara kambali segar
Biarkan daun kembali hijau
Biarkan air kembali jernih
Biarkan amarah gunung berhenti berapi-api
Biarkan setiap senja tak diiringi tangis langit
Biarkan bias merah merona dihati kami kembali
Diiringi tarian kebahagiaan sang waktu yang berputar cepat
Meninggalkan noda hitam kelam menyedihkan yang membekas dihati kota kecilku
Jangan biarkan air mata kami tercampur air mata sang langit
Jangan biarkan panas jiwa ini bergumpal bagai panas awan yang membara
Jangan biarkan hati kami bebal dengan pudarnya sinar mentari
Jangan biarkan kami diam merasakan keginginan tulang yang menusuk kulit ari
Jangan biarkan pasir yang kami pijak menjadi silica yang mematikan
Dan jangan pernah biarkan akal kami mati untuk membuat segalanya kembali ceria
Tuhan,
Biarkan kota kecilku pulih
Hilangkan trauma yang tergores dalam hati
Biarlah kota tua ini beristirahat
Dari teriakan dan hentaman kegaduhan langit dan bumi yang enggan meneduhkan
Berikan kesempatan kami meminta maaf pada bumi yang terluka
Dan andai segalanya telah tersadar
Beri kesempatan kami agar tidak binasa dengan jagad raya ciptaan-Mu
Selasa, 02 November 2010
Novel Surat kecil untuk Tuhan ( True story Gitta sessa wanda cantika )
Novel Surat kecil untuk Tuhan ( True story Gitta sessa wanda cantika )
Adalah sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata keke, seorang gadis remaja Indonesia yang telah meninggal tahun 2008 karena kanker ganas. Buku ini terjual lebih dari 50.000 exp, tahun 2011 telah diadaptasi ke layar lebar. Kisah Keke pernah di ulas dalam acara kick Andy dan ribuan air mata telah berjatuhan setelah membaca kisahnya.
( Buku ini bisa didapatkan di seluruh toko buku di indonesia dengan harga 38.800 ( bonus cd), sebagian penjualan buku akan disumbangkan ke yayasan kanker. filmnya akan ditayangkan pada 15 feburary 2011)
Hai Sobat, namaku Keke. Umurku 13 tahun ketika aku divonis mengalami penyakit kanker ganas bernama Rabdomiosarkoma, sulit bagiku untuk mengerti penyakit apa yang menyerang bagian wajahku itu bahkan untuk menyebut ulang nama penyakit itu, aku sangat kesulitan. Dokter bilang aku terkena kanker jaringan lunak yang sangat langkah dan menjadi orang pertama di Indonesia yang mengalami penyakit itu.
Aku sedih ketika ayahku menangis menolak permintaan dokter untuk melakukan operasi di wajahku. Dokter bilang: bila aku tidak melakukan operasi, maka hidupku tidak akan bertahan lama lebih dari 3 bulan. Aku sangat terkejut, karena penyakit itu tidak memiliki tanda-tanda apapun selain aku mengalami sakit mata yang diikuti dengan mimisan yang terjadi selama seminggu. Kanker itu hanya seukuran kuku jariku dan bersarang di bagian pelipis mataku, tapi operasi itu mengharuskan aku kehilangan sebagian wajah kiri dan mataku.
Ayahku tentu tidak akan rela aku kehilangan bagian wajahku karena aku adalah seorang anak gadis yang akan tumbuh dewasa bagaimanapun kelak. Aku tidak pernah paham seberapa menakutkan penyakit itu hingga aku merasakan sendiri bagian wajahku mulai membengkak sebesar bola tenis dan buta. Ketika aku menangis merasakan kesakitan, ayahku tidak pernah mau jujur mengatakan penyakit itu. Hingga akhirnya aku berjuang hidup selama 3 bulan mencari pengobatan tradisional dan seseorang ulama mengatakan padaku aku terserang kanker.
Perasaanku saat itu sangat hancur, aku tau hidupku tidak akan lama lagi dengan keadaan buta dan kehilangan pernafasan hidung sebelah kiriku. Aku menangis dan protes kepada Tuhan, mengapa ia tega merenggut masa remajaku dan kesempatanku untuk menjadi penyanyi dan model. Air mata yang berjatuhan setiap harinya tak pernah kulewatkan ketika rasa sakit kanker itu datang. Walau demikian aku sungguh beruntung, sahabat-sahabatku, keluargaku dan kekasihku selalu ada disampingku untuk memberikan dukungan tanpa henti.
Ketika aku mulai pasrah Tuhan menjemputku, Aku hanya berdoa berharap kepada Tuhan agar ia memberikan aku waktu lebih lama di dunia ini untuk mengucapkan selama berpisah dengan sahabat, kekasihku dan terutama untuk membuat ayahku bahagia lebih lama.Disaat itu aku tidak mampu berdiri dan mengalami kritis. Tuhan mendengar doaku, disaat itulah aku mendapatkan sebuah mujizat, seorang dokter menyelamatkanku dari penyakit itu disaat-saat terakhir hidupku. aku sembuh dan kanker diwajahku menghilang secara ajaib.
Aku merasakan kebaikan tuhan padaku dan melawan vonis kematian yang dikatakan dokter padaku, aku pun berjanji padanya mulai saat itu untuk bersyukur akan kehidupan yang ia berikan padaku. Usai penyakit itu hilang dalam hidupku, Aku melewatkan hari-hariku dengan bahagia bersama keluarga dan teman-temanku, aku menghabiskan waktuku dengan belajar kitab suci dan mendekatkan diriku pada Tuhan. Hidup-hidupku pun berlalu dengan bahagia walaupun pada akhirnya hal yang tak kuharapkan terjadi lagi dalam hidupku ketika kanker itu kembali padaku, kini ia menyerang wajah sebelah kananku.
Disaat aku mendapatkan vonis itu kembali, aku tidak lagi takut dan aku tidak lagi marah kepada Tuhan. Aku bersyukur padanya, ia memberikan aku kesempatan lebih lama di dunia ini untuk dapat bersama sahabat, keluargaku dan kekasihku.Walau air mata berjatuhan disampingku, aku berusaha untuk tegar dan mengatakan kepada semua orang, kalau ujian dalam hidupku adalah tanda sayang Tuhan kepadaku.
Dokter yang menyelamatkan hidupku pertama kalinya menyerah, ia tidak sanggup lagi menyelamatkanku. Aku hanya tersenyum dan berjanji untuk bertahan hidup hingga aku bisa melewatkan ujian terakhirku di dunia ini agar bisa lulus di bangku SMP. Walau aku buta dan lumpuh, aku berjanji pada Tuhan dan sahabat-sahabatku untuk lulus dan memakai seragam SMA.
Sobat, hidup adalah anugerah yang indah. Atas kebaikan Tuhan, aku mampu mengikuti ujian sekolah dengan kondisiku yang semakin parah. Aku bersyukur karena bisa lulus dengan baik dan sampai akhirnya mampu memakai seragam rok abu-abu bersama sahabat-sahabatku walau hanya sehari disaat sebelum aku harus dilarikan ke rumah sakit karena darah terus mengalir di hidungku.Kematianku semakin dekat dan itu bisa kurasakan disaat hembusan nafasku semakin berat.
Tapi aku tidak ingin pergi dari dunia ini tanpa menuliskan suratku kepada Tuhan..surat yang telah membuatku hidup sebagai seorang gadis yang berjuang untuk hidup dan ribuan anak-anak lain yang mengalami penyakit kanker yang sama denganku.
Aku berharap ketika aku tidak ada lagi di dunia ini, kisahku menjadi inspirasi bagi siapapun yang ada di dunia ini untuk bersyukur akan hidup. Karena Tuhan begitu mencintai kita dengan cobaannya.
Sobat.. bila ada tawa di dunia ini, maka akan ada tangis disampingnya.
In memorial gitta sessa wanda cantika.
Surat Kecil Untuk Tuhan
Tuhan…Andai aku bisa kembaliAku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.
Tuhan…Andai aku bisa kembaliAku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,terjadi pada orang lain.
Tuhan…Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu
Tuhan…Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu
Tuhan…Biarkanlah aku dapat melihat dengan matakuUntuk memandang langit dan bulan setiap harinya..
Tuhan…Izinkanlah rambutku kembali tumbuh, agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya.
Tuhan…Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagiAgar aku bisa memberikan kebahagiaankepada ayah dan sahabat-sahabatku
Tuhan…Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasaAgar aku bisa memberikan arti hidupkepada siapapun yang mengenalku..
Tuhan ..Surat kecil-ku iniadalah surat terakhir dalam hidupkuAndai aku bisa kembali…
Ke dunia yang Kau berikan padaku..
In memorial,
Gita Sesa Wanda Cantika.
19/06/91-25/12/06
*nangis nangis nangis nangiss!!! :'0 *
Senin, 11 Oktober 2010
hari ini, nomer lama, hp lama, dan terbukalah kenangan.. :(
perempuan ini..
tak mau lagi ku cari pengganti
demi dirimu kujelang waktu
* pergilah kekasihku
tinggalkanlah diriku
bila itu yang kau perlu
tuk yakinkan cintamu kepadaku
... menangis bagai teriris
aku bertahan dengan harapan
kata hatimu akan menuntunmu
untuk kembali padaku lagi
repeat *
oh lelakiku buka mata hatimu
hanya perempuan ini
yang terbaik dan sangat sayang padamu
kata hatimu mesti menuntunmu
Minggu, 26 September 2010
Sosok Seorang Ayah :')
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau
lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :”Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja….Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama…. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia….. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut…Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?” Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa….Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati… Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu…..Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti…
Dan akhirnya….Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia…. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat Bahagia!
Kemudian Papa berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….Bahagiakanlah ia bersama suaminya….”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu…
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal apapun.:’)
Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai….
Jika kamu mengalaminya, Kamu adalah salah satu orang yang beruntung…
Peace….
(Thomas Tjahja - milis Single Katolik)
Senin, 13 September 2010
2 lagu sejenis yang mengena hatiku :D
kisah di dunia menjadi bahagia
akan kujadikan tempat yang sempurna
tak ada tangis yang sakiti jiwa
andai aku bisa tuk mengubah kisah
di saat kondisi dunia buat gelisah
banyak yang terpisah banyak tak bersisa
terjebak situasi berbisa yang menyiksa
coba kuperiksa apa yang terjadi
mengapa hati nurani pun banyak yg mati
sangat kuratapi sakit kutatapi
kenyataan hidup yang harus aku hadapi
berbunyi genderang perang pun menjelang
mengatasnamakan egois para pemberang
bumi pun mengerang wabahpun menyerang
begitu gelapnya bagaikan tak ada terang
iman pada tuhan rukun dijatuhkan
bukan cinta tapi kebencian menentukan
hitam putih pun pudar tertutup api dan abu
langit yang biru pun berubah jadi abu abu
andai aku bisa mengubah semua
kisah di dunia menjadi bahagia
akan kujadikan tempat yang sempurna
tak ada tangis yang sakiti jiwa
apakah hanya ini akankah sampai di sini
lihatlah seperti apakah bumi kita kini
panas uapkan embun yang buat kita sejuk
bumi mendidih dan semua pun saling tunjuk
kita menuai tanpa ingat tuk menabur kembali
sekarang disesali saat kita tlah hilang kendali
tak bisa berdalih sampai kapan kan bertahan
iklim pun terasa memanas dengan perlahan
semakin redup rasa percayapun tak berdegup
bernafsu untuk kumpulkan harta karna trasa tak cukup
kasih tertutup dan semua saling makan
apakah rasa cinta masih bisa diterapkan
mereka yang di atas lupakan yang di bawah
memandang ke bawah dan mencibir sambil tertawa
when leaders forget what it means to be humble
remember they stand on us, when we fall they stumble
kuingin semua damai dan indah
di tempat kita berdiri saat ini.
put our hands together bersama kita bertindak
slamatkan dunia dan bumi tempat berpijak
Selalu kubayangkan tentang dunia yang damai
Seluruh pelosok hutan kota gunung dan pantai
Semua makhluk bergandengan tangan dengan santai
Berjalan beriringan tanpa benci dan seringai
Ganas di wajah dan hati yang panas
Karena semua pantas semua suku setiap ras
Melintas bersama tanpa ingin saling berantas
Menjalin tangan tanpa harus saling menghempas
Karena saat ini kita masih saling membenci
Menyimpan dengki dan iri di dalam hati
Sedangkan kita tak beda secara hakiki
Walau hirarki mengkotakkan selama ini
Mengapa kita harus tertawa
Saat orang lain berduka dan menderita
Dan kita menginjak sesama demi sekedar harta
Yang takkan kita bawa saat masuk alam baka
Apakah kita bisa mengubahnya
Apakah kita bisa membawa damai di dunia
Coba tanyakan dirimu manusia
Coba tanyakan dirimu manusia
Reff:
Kuharap saat kubuka mata semua mimpi indahku menjadi nyata
Damai untuk dunia satu jiwa nada dan satu asa
Dan kita kan bersama melangkah berjalan beriringan
Satu lagu untuk dunia satu suara untuk masa depan
Mungkin saat ini aku masih bisa bahagia
Menikmati masa dengan seluruh keluarga
Menghabiskan waktu dengan PC dan sepak bola
Belajar dengan tenang dan bertambah pintar pula
Tapi apa gerangan yang terjadi dengan
Anak-anak di irak, iran dan afganistan
Mereka bahkan mungkin tak punya kesempatan
Untuk mengenyam pendidikan dan keceriaan
Semua hanya karena buah keserakahan
Beberapa gelintir manusia yang tak puas dengan
Apa yang mereka miliki di tangan
Ingin seluruh dunia di bawah kekuasaan
Kalau kita semua masih buta
Dan tak mau membuka mata dan telinga
Untuk melihat semuanya dengan hati dan rasa
Takkan ada damai di dunia
Apakah kita bisa mengubahnya
Apakah kita bisa membawa cinta di dunia
Coba tanyakan dirimu manusia
Coba tanyakan dirimu manusia
Reff:
Kuharap saat kubuka mata semua mimpi indahku menjadi nyata
Damai untuk dunia satu jiwa satu nada dan satu asa
Dan kita kan bersama melangkah berjalan beriringan
Satu lagu untuk dunia satu suara untuk masa depan
Kalau manusia tak terlalu serakah
Mungkin takkan ada negara yang saling menjajah
Mungkin takkan ada orang yang ingin menjarah
Milik orang lin secara tidak sah penuh amarah
Bila cinta jadi satu-satunya faktor di dunia
Untuk hidup dan beraktivitas tiap harinya
Mungkin takkan pernah kita dijajah belanda
Atau bom atom di nagasaki dan hiroshima
Seandainya saja manusia tak tinggi hati
Dan dengan segala daya selalu saling berbagi
Mungkin takkan butuh ada senjata api
Untuk menghukum seseorang sampai ia mati
Seumpama saja kita lupakan gengsi
Pangkat jabatan kepemilikan dan posisi
Mungkin takkan negara ini terpuruk kini
Hanya karena kosupsi yang hancurkan negeri ini
Apakah kita bisa mengubahnya
Apakah kita bisa membawa warna baru di dunia
Coba tanyakan dirimu wahai semua
Coba tanyakan dirimu wahai semua
Reff:
Kuharap saat kubuka mata semua mimpi indahku menjadi nyata
Damai untuk dunia satu jiwa satu nada dan satu asa
Dan kita kan bersama melangkah berjalan beriringan
Satu lagu untuk dunia satu suara untuk masa depan